NGABLAK, sebuah tempat yang tak terlupa bagi kami. Terlihat berubah tapi sebenarnya tidak berubah

Ngablak sebuah kecamatan di kabupaten magelang, terletak persis dilereng gunung merbabu dan berbatasan langsung dengan kabupaten semarang dan obyek wisata kopeng. Dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dari kota yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor melaju 60-80km/jam. Ngablak, sebuah kecamatan dimana salah satu teman, sahabat dan keluarga yang saya kenal dari bangku sma tinggal, sahabat saya itu bernama sigit raharjo. seorang d3 pelayaran di semarang yang bercita-cita seperti popeye :D
Sudah dua kali saya kesana sebelum keberangkatan yang ketiga ini, dan menurut saya ngablak adalah tempat yang pas untuk merefresh otak dari segala kepenatan. Dulu pertama kali kesini pas lulusan jaman sma, sama mas bangkit, my, gharis dan sandy, yang kedua saya lupa tapi sekitar 4 tahun yang lalu dan itu masih dengan orang yang sama minus sandy yang digantikan oleh mas adit, saudara dari my sahabat saya :D
Kesan dua kali datang kesana adalah tempat ini istimewa dengan segala kesederhanaanya dan kedinginannya, saya disini tidak mau menceritakan 2 kali kedatangan saya kesana sebelumnya tapi ingin menceritakan kedatangan ketiga saya hari kemarin. dan ternyata seperti judul yang saya tulis, ngablak terlihat berbeda tapi tidak berbeda.

# Hari sabtu tanggal 1 juni 2013 rencana yang sudah lama ini akhirnya terlaksana. saya, my dan garis akhirnya fix mau berangkat ke ngablak lagi, setelah ada konfirmasi dari sigit kalau dia dirumah. pas aja tanggal 1 gajian bisa buat sangu disana, rencana kami jam 2 berangkat dari rumah saya tapi karena garis masih ada test kerja kami menunda keberangkatan hingga jam setengah 5. pamit sama mama buat kesana dan kami berangkat pada jam itu juga, cuaca mendung pun tak menghalangi motor kami melaju untuk mendatangi sebuah rumah sebuah istana dari saudara kami. sempat terjebak macet di muntilan juga. memasuki belokan arah salatiga dan kopeng motr kami melaju cepat dengan keadaan jalan yang sedikit kosong, disini boleh saya bilang masih sepi, masih seperti dulu masih seperti pertama kali dan kedua kali saya kesana. Cuaca mulai terasa dingin ketika itu, dan kembali kami melaju kencang mengendarai motor. dan sekitar jam 7an akhirnya kami sampai dirumah sigit. dan sesampainya disana my bukannya mengetuk pintu kulonuwun malah panggil sigit kenceng banget kayak anak kecil ngajak main, yak mungkin kangen akan sahabat kami satu itu yang membuat kami segila ini. Kesan saya yg pertama datang adalah rumah ini masih sama seperti dulu dengan segala suasananya. Bersalaman dan berpelukan dengan sigit dan keluarganya, datang duduk dan disambut dengan teh hangat kas buatan ibunya sigit. dinginnya udah kalah sama teh hangat itu, dan my selalu bilang juosss. ada makanan khas juga disana yaitu seperti pangsit tapi dibuat dari sayuran-sayuran dan menurut saya itu enak. dan ada satu lagi yang unik, ada petromax pake gas 3kiloan, kalau ngga percaya bisa cek instagram saya haha, lucu unik dan keren, tidak saya temukan di yogya dan sekitarnya.
Obrolan panjang lebar kami berempat pun dimulai, dari lama ngga ketemu ada aja obrolan yang keluar, sambil nongkrong didepan warung kelontong sigit dan ngerokok. Dan sesudah kami ngobrol ibu sigit memanggil kami untuk makan malam. datang ke dapur dan saya melihat ada perubahan, tak lagi ada dipan yang biasa buat kami makan didapur tapi sekarang sudah ada meja makan, padahal klasik sekali kalau kita bisa makan didipan itu, saya cari ternyata masih ada dipannya, tapi sudah dipakai untuk numpuk bahan makanan. Disambut dengan capcai dan telur dadar kami makan berempat begitu lahap, maklum juga laper dari perjalanan. Selesai makan kami kembali keruang tamu dan mengobrol kembali, obrolan yang ngalor ngidul membawa kita larut dalam suasana dingin ngablak. Ditengah obrolan my nyeletuk ayo cari anget-anget di mana gitu, dan akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan malam itu, kami keluar jam 9an. pertama kali kita masuk pasar ngablak dan disana banyak orang yang jualan sayuran, muter-muter sekedar cari minuman hangat dan sampailah kita di kopeng, dan mendapatkan angkringan dengan susu jahe super panas. ngobrol lagi kita disana sampai hawa dingin dan kabut datang. kesalahan buat saya adalah saya pergi tidak memakai jaket :|. setelah menghabiskan segelas susu jahe dan sedikit cemilan kami pulang, dan ditengah jalan juga gerimis, nambah lagi dinginnya. garis sempet ngitung suhu disana dan sampai 20' C, menurut saya itu sangat dingin. Pulang sampai rumah kami langsung ngerobda keliling RT, sehabis itu kami malah mainan pes dan sampai sekitar jam 2 dan setelah itu kami pun tidur, my dengan saya dikandang belakang dekat dapur dan gharis sama sigit di kamarnya.

# Hari minggu tanggal 2 juni 2013, rencana kami semalam pengen bangun pagi dan bisa lihat sunrise, tapi badan udah capek dan suasana enak banget buat tidur akhirnya kami pun bangun jam setengah 8, lupa shalat subuh dll. Bangun cuci muka dan sikat gigi, dan pertama kali yang saya lakukan adalah membuat kopi untuk menghangatkan tubuh. saya dan gharis lalu keluar ke teras dan mencari panas matahari tapi hari itu matahari tak memunculkan badannya, my masih molor dikamarnya. akhirnya my bangun dan nyusul kita. ambil kamera dan naik ke atas rumah sigit yang dijadikan kandang ayam bangkok dan disana kita foto-foto. Saya lihat sekitar dari atas dan membandingakan dengan keadaan 4 tahun lalu ternyata masih sama, pemandangan bagus dimana kita bisa melihat 3 gunung yaitu merbabu, andong dan telomoyo. kami turun dan sarapan setelah itu, dengan masakan dari nurul dan ibunya sigit, begitu istimewa buat kami :D. setelah sarapan selesai kami pergi kekebun dan membantu sigit mencari makanan untuk kelincinya, dan lagi-lagi dikebun kami menemukan sebuah pemadangan yang bagus dan suasana yang asyik sekali, banyak petani sayuran dan sebagainya. Indah menurut saya. setelah kelar semuanya kami turun dan hujan. rencana kami ingin ke hutan lindung lereng merbabu pupus karena cuaca yang tidak menentu dan kami hanya tinggal dirumah. tapi ini sudah luar biasa dimana suasana disini tidak ada duanya. jam 7 kami memutuskan untuk pulang. dan sampai dirumah jam 9.

itulah singkat cerita disana, yang istimewa adalah sigit yang udah berani merokok dirumah, rumah yang masih dalam keadaan sama, hanya kamar mandi yang sudah baru, dipan yang tak lagi buat makan dan ladang samping rumah yang udah jadi kandang ayam dan kelinci, keluarga sigit yang masih ramah dan selalu baik kepada kami, disembelihin 2 ayam kampung langsung pas kita dateng, suasana dinginnya, orang kampung yang ramah. Dan menurut kami ngablak, rumah sigit itu berubah, tapi tidak berubah bagi kami, Renanta Bima Nugraha, Muhamad Reza Admy Pratama dan Gharisikraraga.




Terimakasih untuk Sigit Raharjo dan keluarga atas weekend yang indah ini, tetap jadi keluarga kami disana :* Pak triyono tetep sehat dan ibuk juga, jualannya laris, nurul kuliahnya cepet kelar, sigit semoga cepat jadi pelaut :D







 Reza admy cepet lulus kuliah dan saya sama gharis cepet dapet kerja. Amin
Dan ini adalah sahabat saya dari SMA, sigit raharjo, seorang pangeran ngablak yang tampan dan gagah HAHA

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer